Senin, 12 Maret 2012

IWAK PEYEK SEGO JAGUNG, BBM NAEK RAKYATE BINGUNG



Isu kenaikan BBM digulirkan setiap tahunnya. Namun sepertinya untuk tahun 2012 ini tidak dapat dielakkan. Mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas harus segera dilaksanakan. Bukan karena pemerintah terkait itu bodo, atau tata kelola perminyakan kita yang amburadul. Bukan juga karena gerak kinerja Pertamina yang tidak progresif dalam mengeksplorasi kilang-kilang minyak nasional. Tapi terjadi masalah krusial yang sangat fundamental dibalik isu tersebut. Sehingga mendorong Menteri ESDM mengambil langkah tersebut. Yakni, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia disandra teroris. Teroris tersebut meminta tebusan kepada pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia yang jumlahnya sangat besar. Hampir 5% dari APBN 2012. Jika permintaannya tidak dipenuhi teroris mengancam akan membakar hidup-hidup Presiden dan Wakil Presiden dengan BBM Premium bersubsidi. Teroris memilih Premium karena kadar oktannya lebih rendah dari pada Pertamax. Premium memiliki nilai oktan 88 sedangkan Pertamax 92. Nilai oktan sendiri adalah suatu angka/nilai yang digunakan untuk menentukan titik bakar bensin pada suhu atau tekanan tertentu. Selain itu memungkinkan terjadinya pembakaran tidak sempurna yang lebih tinggi. Pada proses pembakaran sempurna yang terbentuk adalah CO2. Sedangkan gas CO dan jelaga terbentuk pada pembakaran tidak sempurna. Gas CO jauh lebih mudah diserap oleh tubuh melalui pernafasan dan berakibat terjadinya sesak nafas serta menurunnya kadar O2 pada otak. Hal ini mengakibatkan pusing dan mual, pingsan dan kematian bila konsentrasi CO di tubuh sangat tinggi. Sehingga teroris beranggapan proses pembakaran Presiden dan Wakil Presiden tersebut bisa lebih dramatis.
 Kegaduhan ini sontak menggegerkan pemerintah dan parlemen. Para menteri dalam jajaran kabinet segera bergerak. Menhankam segera menginstruksikan untuk menonaktifkan infotaiment agar berita ini tidak menyebar luas demi terjaganya stabilitas negara. Menkeu mengambil langkah represif dengan menjalankan program “Koin untuk Pres dan Wapres”. Menteri Agama juga menggelar doa bersama di berbagai wilayah guna mendoakan keselamatan Presiden dan Wapres sambil mengedarkan sunduk-sunduk urunan uang tebusan. Sementara Polri segera menyebar Polteng (Polisi Ganteng) dan Pollap (Polisi bisa Sulap) ke acara-acara talk show di berbagai stasiun televisi nasional untuk melakukan publikasi kepada rakyat. Namun, Polri tidak jadi menyertakan Polpelchay (Polisi Pelantun Chaiya Chaiya) dalam kegiatan tersebut karena yang bersangkutan sudah terlanjur main film Abrakanizam.
Walaupun dinilai lamban oleh banyak pengamat. Parlemen dalam hal ini DPR juga tengah melakukan rapat-rapat intensif guna menentukan sistem pembayaran tebusan kepada teroris. Hingga saat ini terdapat 2 opsi yang masih diperdebatkan. Opsi A, yang diusung partai-partai Islam seperti PAN, PKB, PKS dan PPP, menegaskan uang yang ditransfer kepada teroris harus melalui bank syari’ah. Guna mendapatkan kemaslahatan dalam bermuamalah. Opsi B, yang diusung partai-partai nasionalis seperti PD, PDIP dan Golkar, menyatakan pembayaran tebusan harus dilakukan tunai agar momentum acara serah terima uang tebusan bisa diliput media dan disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia sesuai azas keterbukaan.  Sedangkan Gerindra dan Hanura memilih abstain setelah Opsi C yang ditawarkannya ditolak. Yakni, menolak tebusan dan segera melobi pihak teroris agar prosesi pembakaran dengan BBM Premium bersubsidi diganti dengan pencelupan ke dalam lumpur Lapindo. Hal tersebut dinilai sama dramatisnya dan lebih efisien. 
Di sela-sela kesibukan Wakil Rakyat tersebut, Rakyat menyatakan “Saya sangat prihatin atas kejadian tersebut. Saya menghimbau pemerintah dalam hal ini seluruh lembaga terkait untuk bersinergi dan kerja lebih keras guna menyelesaikan permasalahan tersebut”. Ada pula yang sangat antusias untuk ikut nonton ke lokasi pembakaran.
Di lain pihak, hingga saat ini teroris tersebut belum terlacak berasal dari kelompok radikal mana. Padahal TNI sudah mengerahkan daya upaya untuk melacaknya. Bahkan TNI telah menempatkan Ki Joko Bodo dan Ki Gendeng Pamungkas dalam Tim Investigasi. Namun, hingga kini belum ada titik terang karena TLD juga bersiap naik. Tim Resscue juga sudah dibentuk guna menyelamatkan Presiden dan Wakil Presiden dari tangan teroris dengan menempatkan keluarga sandra di garda terdepan. Hal itu dimaksudkan agar pihak keluarga dapat menyaksikan detik-detik momentum pembakaran bila misi penyelamatan gagal dilaksanakan. Dugaan sementara dari BIN, sekelompok teroris wanita garis keras berada dibalik kejadian tersebut. Teroris merasa geram karena pose-nya dibajak oleh Presiden.
Sementara itu Menkokesra gamang dalam bertindak karena dilanda kegalauan. Beliau tengah berada pada kondisi memakan buah simalakama. Jika tuntutan teroris tidak dilaksanakan maka Pres dan Wapres tidak akan selamat tapi jika tuntutan teroris dilaksanakan maka Pres dan Wapres akan selamat yang artinya rakyatlah yang tidak selamat karena dipimpin lagi oleh dua orang itu. Menpora pun tak banyak bertindak karena masih dilanda kesedihan yang amat dalam akibat kalah 10-0 dari Bahrain. Sementara Menkominfo menyatakan tidak dapat berbuat apa-apa karena “Aku ga punya pulsa”. Namun tetap berjanji akan segera melaksanakan program “Presiden Minta Pulsa” guna ikut membantu urunan tersebut.
Pada kondisi serba tidak pasti inilah yang mendorong Menteri ESDM Jero’ Wajik berinisiatif mencabut subsidi BBM yang berakibat terjadinya kenaikkan harga BBM di pasaran. Menkeu mengamini langkah tersebut. Karena selama ini pemerintah menanggung subsidi BBM yang sangat besar. Sehingga bila subsidi itu dicabut akan terkumpul sejumlah uang dari APBN yang bisa dipake buat urunan nebus Presiden dan Wakil Presiden dari tangan teroris. Kenaikan harga BBM tersebut juga mendorong Menkominfo mengeluarkan kebijakan pelarangan bertukar PIN BBM karena berakibat makin membengkaknya harga BBM tersebut.
Kenaikan tersebut berkisar 20-35%. Memang, minyak mentah di pasar internasional (New York Exchange Mercantile) yang saat ini telah menembus angka 120 dollar/barrel semakin membebani APBN. Sehingga, kenaikan harga bensin bersubsidi (premium) sebesar Rp 1000/liter dapat dikatakan akan menghemat APBN sebasar Rp 35 triliun (dari anggaran Rp 165 triliun) atau menaikkan Rp 1500/liter yang akan menghemat Rp 57 triliun, amatlah wajar. Di sisi lain, Tim Konsorsium Peneliti Perguruan Tinggi (UI-UGM-ITB) menyatakan bahwa jika terjadi kenaikan harga minyak dunia rata-rata 10% maka akan meningkatkan pendapatan negara dari migas sebesar Rp 3,5 triliun. Namun, rencana kenaikan BBM tetap saja mendapat sambutan meriah dari sejumlah pakar dan pengamat.Pengamat ekonomi Noorsy menyarankan lima hal yang bisa ditempuh pemerintah untuk tidak menaikkan BBM. Pertama adalah memastikan relokasi anggaran. Kedua, menaikkan pajak kendaraan bermotor. Ketiga, mengoptimalkan soal subsidi silang. Keempat, memperbaiki transaksi beli. Dan kelima, berhenti korupsi.
Pengamat ekonomi Aviliani juga angkat bicara. Beliau menyatakan, pemerintah harus mewaspadai risiko melambungnya inflasi jika harga BBM dinaikkan. Dia memperkirakan, kenaikan harga BBM pada kisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.000 akan memicu tingkat inflasi sekitar 1-2% sehingga inflasi nasional menjadi 6,5% pada tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan bahwa laju inflasi umum tahun kalender 2011 mencapai 3,79 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan jika harga BBM dinaikan pada kisaran Rp 500 hingga Rp 1.500 maka akan menimbulkan inflasi lebih dari 5,5 persen.
Inflasi akibat kenaikan harga BBM tidak akan menimbulkan gejolak asalkan rupiah tetap pada kisaran RP 8.500 hingga Rp 9.000 per dolar AS. Selain itu, tingkat konsumsi masyarakat tetap tinggi. Karena kecenderungan masyarakat Indonesia ketika rupiah menguat, maka konsumsi akan meningkat juga. Dengan tingkat konsumsi yang tetap tinggi, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan tetap terjaga di kisaran 6 persen pada tahun ini. Sebabnya, sekitar 64 persen angka pertumbuhan nasional ditopang dari konsumsi.
Kenaikan harga BBM senilai Rp 2.000 per liter dari harga sekarang akan menghemat anggaran subsidi sebesar Rp 26 triliun dengan inflasi tinggi. Dia melihat guna menekan inflasi tersebut maka pelarangan penggunaan konsumsi BBM bersubsidi khusus untuk mobil pribadi dinilai lebih kecil risiko inflasinya dibanding kenaikan harga BBM untuk semua kendaraan.
Kalangan pelajar menanggapi rencana kenaikan BBM ini dengan melakukan aksi demo di berbagai wilayah secara serempak. Bahkan pendemo dari Aliansi Pelajar Merah Putih nekat melakukan pembajakan kendaraan pembawa BBM.


Pakar Migas nasional, Kurtubi juga menyatakan bahwa, pengelolaan migas di Indonesia telah menyimpang dari konstitusi. Indonesia masih menganut pola kolonial G to B yang menyebabkan kedaulatan terkikis. Seharusnya pola yang benar adalah B to B. Posisi pemerintah berada di atas yang mengawasi. Ini dapat menjamin kedaulatan negara atas sumber daya alam. Selama ini untuk meneken perjanjian, pemerintah selalu diwakili BP Migas sebagaimana diamanatkan UU Migas. UU ini telah menyebabkan negara dirugikan ratusan triliunan karena BP Migas tidak eligible untuk melakukan kegiatan bisnis sehingga harus menunjuk pihak lain. Sehingga kondisi inilah yang sebenarnya yang mengakari keamburadulan tata kelola perminyakan nasional.
Produksi migas Indonesia juga diklaim mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Rendahnya produksi minyak di Indonesia disebabkan eksplorasi atau pengeboran blok yang sudah tua. Akibatnya, produksi minyak rendah tidak sebanding dengan konsumsi masyarakat yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Produksi minyak nasional sangat rendah pada 2011 hanya sekitar 905.000 barel per hari. Januari 2012 turun menjadi 880.000 barel per hari. Padahal, tahun 1999 masih sekitar 1,5 juta barel per hari. Sedangkan pada 2004 masih sekitar 1,3 juta barel per hari. Secara geologis sumber daya minyak di perut bumi relatif masih sangat besar, sekitar 50-80 miliar barel. Ditambah dengan kapasitas kilang BBM yang stagnan selama lebih dari 15 tahun berkisar 1.050.000 barel per hari. Sedangkan kapasitas kilang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri saat ini sekitar 1.500.000 barel per hari. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor minyak mentah dan BBM dalam jumlah besar dengan harga mahal. Sehingga kenaikan harga minyak dunia berdampak pada semakin beratnya tekanan pada APBN.
Volume produksi minyak sangat rendah dan konsumsi dalam negeri yang terus naik telah mendorong bangsa ini harus mengimpor minyak dalam jumlah sangat besar. Tentunya dengan harga relatif sangat tinggi juga. Kecenderungan harga minyak yang tinggi disebabkan faktor fundamental. Terjadi pertumbuhan konsumsi, terutama akibat faktor geopolitik di Timur Tengah yang merupakan kawasan cadangan dan produksi minyak terbesar di dunia. Apabila Selat Hormuz sampai ditutup, harga minyak bisa melejit ke level 150 per barel, bahkan bisa sampai 200 dolar AS.
Salah kelola juga pemicu penyebab rendahnya produksi minyak. Anjloknya investasi eksplorasi pengeboran di blok baru menyebabkan langkanya penemuan cadangan atau lapangan minyak baru. Sehingga produksi hanya mengandalkan lapangan-lapangan sudah tua. Sedangkan menurut pantauan Global Petroleum Survey 2011, kondisi investasi sektor hulu Migas di Indonesia salah satu yang terburuk di dunia. Bahkan untuk kawasan ASEAN keadaan sistem investasi Migas di Indonesia paling buruk. Sementara itu, subsidi BBM terus menggerus APBN di tengah ketidakmampuan untuk membangun infrastruktur ekonomi yang memadai. Yang muncul sejauh ini wacana demi wacana di seputar rencana pembatasan atau penjatahan BBM bersubsidi dengan berbagai skenario.
Namun, Menteri ESDM memiliki spekulasi yang lebih rasional dari sekedar permasalahan perminyakan dan APBN. Melalui penelitian para ahli perminyakan dan survei dilapangan. Rakyat sekarang ini tengah cerdas dan memiliki kepedulian tinggi. Sehingga, bila harga BBM tidak dinaikkan maka akan mendorong rakyat untuk membeli BBM Premium bersubsidi sebanyak-banyaknya guna urunan BBM Premium bersubsidi kepada teroris untuk ngebakar dua orang itu. Terlihat sekali antusiasme mereka.

Sekedar rehat sejenak di tengah kehiruk-pikukan bangsa aja, Gan-Ganwati. Jangan ditanggapi terlalu serius. Tapi tetep kritis boleh lah, malah kudu'. Hhe...
By: Kesatria Bumi

3 komentar:

  1. ane pakenya android gk peduli orang pada antri BBM

    BalasHapus
  2. mantabbbb...
    http://sastragila.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. ..dan pada akhirnya Pemerintah akan tetap menaikkan BBM ya..tanpa mau dengar jeritan rakyatnya..
    anw, salam kenal d dunia per-blog-an.. keep posting.. :D http://novaliantika.wordpress.com/

    BalasHapus