Senin, 26 Maret 2012

Pejabat Anti Korupsi


Alkisah di negeri gonjang-ganjing. Ada perusahaan Londo bikin proyek. Setelah mega proyek milyaran dollar selesai, Sang Dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa bahasa Indonesia.

Bule: "Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir di bawah Mercy."

Dirjen : "Anda mau menyuap saya? Ini apa-apaan? Tendernya
 sudah selesai kan. Jangan gitu ya, bahaya tau hari gini ngasih-ngasih hadiah."

Bule: "Tolonglah Pak diterima. Kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat."


Dirjen: "Pokoknya tidak. Saya gak sudi!! Suap itu namanya."


Bule (mikir ): "Gini aja, Pak. Bagaimana kalau bapak beli saja mobilnya..."


Dirjen: "Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!"


Bule (mikir): "Saya ada solusi, Pak. Bapak beli mobilnya dengan harga Rp 10.000,- aja."


Dirjen: "Beneran nih? OK, kalo beli saya mau. Jadi ini bukan suap. Pake kwitansi ya.."


Bule: "Tentu, Pak.."
Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. Dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. Mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet ): "Oh, maaf Pak. Ini kembaliannya Rp 40.000,-."

Dirjen: "Gak usah pakai kembalian segala. Tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya..."


Bule : @#*^ Jangkrik! #@$ Kampret! *&^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar