Senin, 19 Maret 2012

SEPOTONG KATA TENTANG THE RAID


“Sekelompok tim SWAT tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap pemiliknya seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai Tama, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.”


Cihuyy..... Mantabz banget kayaknya nih film. Lagi nonton Kabar Pagi TV One dan liat-liat iklan film di Cinema 21 eh nemu rekomendasi film THE RAID. Film action yang diproduseri Ario Sagantoro dan disutradarai Gareth Huw Evans. Sebagai penggemar film-film action dan kolosal, tentu kehadiran film ini membuat semangat saya membuncah. Biar gimana juga, film Indonesia lho ini.  Di tengah-tengah ramenya film Indonesia yang bertajuk setan-setanan ora genah bisa muncul film action. Dengan mengangkat seni pencak silat di dalamnya. Yang tentunya menghadirkan ‘rasa’ berbeda bila dibandingkan dengan film-film action negara lain yang suka saya tonton seperti China, Thailand, Jepang dan Barat. Walaupun film ini tidak dikemas kolosal (*karena saya lebih suka latarnya kolosal). Tapi OK-lah, ga masalah. Selama tetap bisa menghadirkan adegan-adegan pemacu adrenalin, yang rada sadis dan kasar, mantabz...

Tokoh utama dari film ini adalah Iko Uwais, yang juga merupakan tokoh utama dari film action Merantau. Katanya sih aslinya atlet pencak silat bukan aktor. Menurut dia film ini lebih agresif dan universal dibandingkan Merantau. Hebatnya lagi film ini memperoleh penghargaan diberbagai event film internasional. Seperti Toronto Film Festival 2011 dan Sundance Film Festival 2012. Makin jadi pengen nonton nih. Mudah-mudahan bisa makin membuat kita cinta sama Nusantara. Karena pencak silat kan asli Indonesia. Yang ga sekedar ilmu bela diri tapi juga bagian dari kebudayaan bangsa. Progresif selalu buat perfilman bermutu di Nusantara!

 Progresif selalu juga buat Pencak Silat Nusantara!

By: Kesatria Bumi

2 komentar:

  1. agak2 ngakak ketika liat foto di bawahnya dan dihubungin ma tulisan ini, hahaha

    BalasHapus