“Sekelompok
tim SWAT tiba di sebuah blok apartemen yang tidak terurus dengan misi menangkap
pemiliknya seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah
digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak
dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para
pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal
aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam
gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi
ketika mereka terlihat oleh pengintai Tama, penyerangan mereka terbongkar. Dari
penthouse suite-nya, Tama menginstruksikan untuk mengunci gedung apartemen
dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6
tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh
Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk
menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.”
Cihuyy..... Mantabz
banget kayaknya nih film. Lagi nonton Kabar Pagi TV One dan liat-liat iklan
film di Cinema 21 eh nemu rekomendasi film THE RAID. Film action yang diproduseri Ario Sagantoro dan disutradarai Gareth Huw
Evans. Sebagai penggemar film-film action
dan kolosal, tentu kehadiran film ini membuat semangat saya membuncah. Biar
gimana juga, film Indonesia lho ini. Di tengah-tengah
ramenya film Indonesia yang bertajuk setan-setanan ora genah bisa muncul film action.
Dengan mengangkat seni pencak silat di dalamnya. Yang tentunya menghadirkan ‘rasa’
berbeda bila dibandingkan dengan film-film action
negara lain yang suka saya tonton seperti China, Thailand, Jepang dan Barat.
Walaupun film ini tidak dikemas kolosal (*karena saya lebih suka latarnya
kolosal). Tapi OK-lah, ga masalah. Selama tetap bisa menghadirkan adegan-adegan
pemacu adrenalin, yang rada sadis dan kasar, mantabz...
Tokoh utama
dari film ini adalah Iko Uwais, yang juga merupakan tokoh utama dari film
action Merantau. Katanya sih aslinya atlet pencak silat bukan aktor. Menurut
dia film ini lebih agresif dan universal dibandingkan Merantau. Hebatnya lagi
film ini memperoleh penghargaan diberbagai event film internasional. Seperti Toronto
Film Festival 2011 dan Sundance Film Festival 2012. Makin jadi pengen nonton
nih. Mudah-mudahan bisa makin membuat kita cinta sama Nusantara. Karena pencak
silat kan asli Indonesia. Yang ga sekedar ilmu bela diri tapi juga bagian dari
kebudayaan bangsa. Progresif selalu buat perfilman bermutu di Nusantara!
Progresif selalu juga buat Pencak Silat Nusantara!
Progresif selalu juga buat Pencak Silat Nusantara!
By: Kesatria Bumi


agak2 ngakak ketika liat foto di bawahnya dan dihubungin ma tulisan ini, hahaha
BalasHapusSeru kali...
BalasHapus